Breaking News
DWP Lutim Ikuti Halal Bihalal dan Peringatan Hari Kartini Secara Virtual
30 Finalis Bersaing, Luwu Timur Cari Wajah Baru Duta Wisata 2026
BPBD Luwu Timur Siapkan Strategi Mitigasi Berlapis Hadapi El Nino 2026​
Siapkan SDM Unggul, Pemkab Lutim Hadirkan Program Mandalish
Wabup Lutim Hadiri Raker Tahun II PW GPIL, Perkuat Peran Perempuan
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Hukum
    HukumShow More
    Besok, PN Malili Gelar Sidang di Luar Gedung di Kecamatan Wotu
    Hukum Pemerintahan
    Proyek Rp43 Miliar Islamic Center Malili Bobrok, Tokoh Pemuda dan Polisi Endus Aroma Korupsi
    Hukum
    Skandal “Plafon Bobrok” Masjid Islamic Center: Proyek Mercusuar Era Bupati Budiman Jadi Sorotan Tajam!​
    Hukum
    KLARIFIKASI: Sukman Sadike Tegaskan Tak Pernah Dihubungi Jurnalis Abdul Rahim Terkait Narasi di Media Sosial​
    DPRD Hukum Politik
    Bupati Irwan Apresiasi Sidang Keliling PN Malili: Keadilan Kini Menjemput Rakyat
    Daerah Hukum
  • Pemerintahan
  • Politik
    PolitikShow More
    KLARIFIKASI: Sukman Sadike Tegaskan Tak Pernah Dihubungi Jurnalis Abdul Rahim Terkait Narasi di Media Sosial​
    DPRD Hukum Politik
    Biaya Haji Turun Rp2 Juta, HNW: Pelayanan Juga Harus Naik Kelas
    Politik
    Sekertaris Nasdem : Wakil Ketua DPRD, HM. Siddiq BM Melanggar AD/ART Partai
    Politik
    DPRD Berseteru Soal Hari Jadi Lutim, Sarkawi dan Politisi Golkar Saling Serang
    Politik
    Wabup Puspawati dan DPRD Teken Nota Kesepakatan Ranwal RPJMD Lutim 2025–2029
    Politik
  • Hiburan
  • Lifetyle
Font ResizerAa
Bacaan OnlineBacaan Online
Search
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hiburan
  • Lifetyle
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.

Oknum Polisi Akui Punya Lahan di Lampia, Bayar Rp10 Juta per Hektare

kawal
By kawal
Februari 13, 2026
Share

LUWU TIMUR, BACAANONLINE.COM – Di tengah geliat pembangunan kawasan industri di pesisir timur Sulawesi Selatan, polemik kepemilikan lahan muncul dari kawasan Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili.

Pada lahan seluas 394,5 hektare milik Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ini, beredar pengakuan penguasaan lahan oleh seorang oknum anggota kepolisian inisial Y. Ia diketahui menguasai sekitar satu hektare lahan yang kini telah ditanami beragam komoditas perkebunan.

Informasi yang dihimpun redaksi menyebut, lahan tersebut berada di blok dua kawasan Lampia wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan industri skala besar. Di atas lahan itu, berdiri tanaman jengkol, kakao, durian, hingga alpukat.

Y mengaku lahan tersebut bukan atas namanya langsung, melainkan menggunakan nama keluarganya.Kepada redaksi, Y membeberkan kronologi awal dirinya masuk ke kawasan tersebut pada 2020. Ia mengaku mendapat informasi dari seorang teman tentang adanya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk berkebun.

Dari situ, ia diperkenalkan kepada seseorang bernama Irwan alias Iwan yang disebut menawarkan lahan untuk dijual.

“Status lahan di sana itu, awalnya saya dikabari teman. Di tahun 2020 saya masuk dan dia cerita ada lahan yang bisa dibeli untuk berkebun. Saya pun ketemu dengan Irwan, karena info dari pak Irwan lahan tersebut akan dijual untuk biaya operasi di rumah sakit dan orang tersebut mau lepas lahannya, itu info dari pak Irwan,” kata Y saat dikonfirmasi melalui selulernya, Jumat (13/2/2026).

Dalam pengakuannya, Y menyebut memberikan dana sekitar Rp10 juta. Namun ia menegaskan bahwa transaksi itu bukan pembelian formal, melainkan sekadar membantu pihak yang membutuhkan dana. Ia mengaku tidak memegang sertifikat maupun Surat Keterangan Tanah (SKT).

“Saya tidak beli, saya cuman bantu saja Rp10 juta. Lahan di dalam itu kan mereka ada yang pegang sertifikat. Saya juga disampaikan oleh orang LBH bahwa jangan sampai keluar nama saya, tapi pakai nama istri,” ujarnya.

Selain dana lahan, Y juga menyebut adanya biaya tambahan untuk pembersihan area sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per hektare. Ia mengakui proses penguasaan lahan dilakukan tanpa dokumen legal.“Di dalam (Lampia) itu pak saya tidak sertifikat, saya tidak ada SKT dan saya sepaket dengan pak Iwan,” tambahnya.

Pengakuan tersebut memperlihatkan praktik penguasaan lahan berbasis transaksi informal tanpa kepastian administrasi yang berpotensi menimbulkan konflik di kemudian hari.

Di sisi lain, data yang dihimpun redaksi menunjukkan kawasan Lampia memiliki luas sekitar 394,5 hektare dan disebut sebagai aset resmi pemerintah daerah. Lahan tersebut masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri yang akan dikelola PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). (*)

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article Dorong Keterbukaan Informasi, PT Vale Beberkan Komitmen Keberlanjutan di Hadapan Pemerintah Desa dan Kecamatan di Area Pemberdayaan Morowali
Next Article Praktik Jual Beli Lahan Pemkab Lutim di Lampia Diduga Libatkan LBH
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • DWP Lutim Ikuti Halal Bihalal dan Peringatan Hari Kartini Secara Virtual
  • 30 Finalis Bersaing, Luwu Timur Cari Wajah Baru Duta Wisata 2026
  • BPBD Luwu Timur Siapkan Strategi Mitigasi Berlapis Hadapi El Nino 2026​
  • Siapkan SDM Unggul, Pemkab Lutim Hadirkan Program Mandalish
  • Wabup Lutim Hadiri Raker Tahun II PW GPIL, Perkuat Peran Perempuan

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Plang Informasi Milik Pemda Lutim Diduga Dirusak Warga Penggarap Lahan di Lampia

Hukum

Warga Ini Gugat FIFGROUP Ke PN Kota Kendari. Kok Bisa?

Hukum Pemerintahan

Awal 2025, Jaksa Berhasil RJ Lima Kasus di Kota Palopo

Hukum

Babak Baru Kasus Korupsi PJUTS Luwu Timur: Tersangka Segera Ditetapkan

Hukum
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.

Sitemap

  • Berita
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

A Group Member of:

Ikuti kami di:

Facebook-f Instagram Youtube
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?