Kolaka – PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui berbagai program keberlanjutan, termasuk penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen bersama demplot padi berkelanjutan yang digelar di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Minggu (8/3/2026). Program ini merupakan kelanjutan dari penanaman perdana yang dilaksanakan pada November 2025 di tiga desa binaan perusahaan, yakni Desa Puubunga, Desa Pubenua, dan Desa Lemedai.
Kegiatan ini turut mendukung visi Indonesia Emas 2045 serta selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai prioritas nasional. Komitmen tersebut juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Panen bersama ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, yakni Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, S.E., M.Si.
CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa program demplot padi berkelanjutan merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam membangun keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat.
“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Program demplot padi berkelanjutan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus.
Ia menambahkan bahwa program tersebut juga menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani dalam menghadirkan solusi nyata yang mendukung agenda pembangunan nasional.
Program demplot ini mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale Indonesia Tbk, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian.
Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas masing-masing metode budidaya.
Berbagai varietas unggul turut diuji dalam program ini, di antaranya PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang. Dengan sistem tersebut, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam, sehingga mampu menekan biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.
Head External Relation Growth PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.
“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar S.Sos., MM mengapresiasi dukungan yang diberikan perusahaan dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan swasembada pangan. Ia menilai langkah PT Vale Indonesia Tbk dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain, khususnya di sektor pertambangan.
“Perusahaan ini tidak hanya memikirkan bagaimana mengelola sumber daya alam, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.
Hasil Panen Menunjukkan Perkembangan Positif
Panen bersama yang dilakukan menunjukkan capaian yang menggembirakan dibandingkan pola budidaya sebelumnya.
Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton. Capaian ini menunjukkan bahwa metode organik dengan pendekatan presisi mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.
Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton yang merupakan gabungan hasil dari enam varietas yang diuji. Adaptasi varietas-varietas tersebut terhadap kondisi lahan di Kolaka menunjukkan bahwa kombinasi teknologi budidaya modern dan seleksi varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Selain peningkatan hasil produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama terpadu.
Salah satu petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, mengungkapkan bahwa pendekatan pertanian organik memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi.
“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat,” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan Pemberdayaan Masyarakat
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di sektor pertanian yang dijalankan PT Vale Indonesia Tbk telah berlangsung secara konsisten sejak 2021, termasuk pengembangan metode SRI organik di wilayah Pomalaa.
Hingga Oktober 2025, program tersebut telah melibatkan 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan, sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas dalam pembangunan ekonomi lokal.
Melalui kegiatan panen bersama ini, PT Vale Indonesia Tbk kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui inisiatif pembangunan yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
Ke depan, model demplot padi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi secara lebih luas serta memperkuat sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
