MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmen tinggi dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat yang berbasis pada pengelolaan sumber daya lokal.
Melalui perencanaan matang, pembangunan infrastruktur dasar sektor pertanian menjadi program strategis yang berhasil diakselerasi sepanjang tahun 2025 dan dipastikan berlanjut pada tahun anggaran 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Timur, Kamal Rasyid, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar daerah untuk menciptakan interkonektivitas wilayah produksi yang solid serta menjamin keberlanjutan swasembada pangan.
“Capaian pembangunan kita di tahun 2025 menjadi bukti konkret bahwa pemerintah hadir untuk memperkuat struktur ekonomi terbawah. Kita tidak hanya fokus pada pembangunan di perkotaan, tetapi juga memastikan sarana dan prasarana penunjang bagi para petani di desa-desa dapat terealisasi secara signifikan,” ujar Kamal Rasyid saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).
Kamal menjelaskan, efektivitas intervensi program di tahun 2025 terlihat jelas dari masifnya pembangunan jalan pertanian yang mencapai total panjang 56.469,43 meter di 11 kecamatan.
Akses mobilitas yang terbuka lebar ini dinilai mampu memotong biaya logistik pertanian secara berkala, membuka keterisolasian wilayah sentra produksi baru, serta meningkatkan daya saing produk lokal secara inklusif.
Memasuki tahun anggaran 2026, Kamal menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun kerangka keberlanjutan infrastruktur dengan mengalokasikan rencana pembangunan dan peningkatan jalan pertanian sepanjang 36.400 meter, di samping pengerjaan rehabilitasi sarana irigasi sepanjang 1.400 meter.
Perencanaan ini dirancang terintegrasi agar dampak positif yang dirasakan masyarakat semakin meluas.
”Di tahun 2026, fokus program akan diarahkan langsung untuk melanjutkan konektivitas kawasan pertanian produktif serta menurunkan beban biaya operasional petani. Kami ingin memastikan setiap jengkal lahan potensial memiliki akses yang layak, sehingga target peningkatan produktivitas serta nilai tambah sektor pertanian di Luwu Timur dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan,” pungkas Kamal. (*)
