Komoditas unggulan Kabupaten Luwu Timur, mulai dari lada, kakao, rumput laut hingga ikan bandeng, disiapkan untuk menembus pasar internasional melalui pelatihan Business Matching Export (BME) dan Pengembangan Produk Ekspor (PPE).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ontae Luwu, Sorowako, Selasa (27/10/2026), dengan melibatkan 74 peserta yang terdiri dari 47 pelaku usaha dan 27 aparatur sipil negara (ASN) dari Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara.
Para pelaku usaha yang mengikuti kegiatan ini berasal dari pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), BUMDes Bersama (BUMDesma), serta pelaku UMKM binaan PT Vale Indonesia Tbk.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi persaingan pasar global. Materi yang diberikan mencakup penghitungan harga ekspor, pemenuhan standar internasional, teknik pengemasan produk, hingga strategi menjangkau calon pembeli dari luar negeri.
Sementara itu, para ASN mendapatkan pembekalan terkait pemetaan pasar internasional, pemasaran digital, serta penyelenggaraan business matching guna mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis potensial.
Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Aswan Azis, yang membuka kegiatan mewakili Bupati Luwu Timur, menyebut pelatihan tersebut sebagai salah satu bentuk implementasi program PANDU JUARA.
Menurutnya, pengembangan komoditas unggulan daerah membutuhkan kesiapan pelaku usaha sekaligus dukungan aparatur pemerintah dalam membaca dan membuka peluang pasar internasional.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan ekosistem ekspor daerah yang solid. Saat pelaku usaha siap berproduksi dan aparatur peka melihat peluang internasional, di situlah komoditas unggulan Luwu Timur bisa benar-benar menembus pasar global,” ujarnya.
Pelatihan BME dan PPE ini dijadwalkan berlangsung hingga 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas produk lokal, serta memperluas akses pemasaran komoditas unggulan daerah.
Penyelenggara menyebut pelatihan ini merupakan kegiatan pertama dengan konsep serupa yang digelar Kementerian Perdagangan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT Vale Indonesia Tbk.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lada, kakao, rumput laut, ikan bandeng, serta berbagai produk unggulan lainnya tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar internasional dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
