PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan BNN Provinsi Sulawesi Selatan resmi mendeklarasikan program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) di Malili, Rabu (7/5/2026). Program yang melibatkan 37 Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Luwu Timur ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari ancaman narkotika.
Deklarasi tersebut merupakan bentuk sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam memperkuat perlindungan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) periode 2023–2025, Sulawesi Selatan tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.
Melalui program Sekolah Bersinar, para pelajar didorong menjadi agen perubahan sekaligus pelopor gerakan hidup sehat tanpa narkoba. Program ini telah dimulai sejak tahun lalu melalui seleksi duta pelajar anti narkoba dan penilaian sekolah-sekolah di Luwu Timur.
Dari sekitar 100 peserta yang mengikuti seleksi, terpilih Duta Pelajar Anti Narkoba Putra dan Putri, serta lima sekolah yang memperoleh apresiasi sebagai Sekolah Bersinar, yakni SMAN 1 Luwu Timur, SMAN 3 Luwu Timur, SMAN 6 Luwu Timur, SMAN 10 Luwu Timur, dan SMAN YPS Sorowako.
Senior Coordinator PPM Health PT Vale Indonesia, Baso Haris, mengatakan bahwa perusahaan hadir sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan sosial masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
“Bagi kami, investasi terbaik untuk masa depan bangsa terletak pada upaya kolaboratif dalam perlindungan generasi muda. Melalui program Sekolah Bersinar ini, kami berkomitmen hadir bersama pemerintah memastikan anak-anak di Luwu Timur tumbuh di lingkungan yang aman dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan pentingnya keberanian pelajar dalam menolak dan melaporkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah harus menjadi benteng pertahanan pertama dalam menjaga masa depan daerah dari ancaman narkotika.
Kepala BNNP Sulawesi Selatan, Agung Prabowo, turut mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga generasi muda Luwu Timur agar tetap bersih dari narkoba.
“Momentum ini menjadi titik awal pergerakan bersama. Kita bukan memerangi manusianya, tetapi memerangi kejahatannya, sembari memulihkan korbannya dan menumbuhkan harapan baru bagi generasi penerus,” ungkapnya.
Melalui pemberdayaan dan penguatan satgas sekolah secara berkelanjutan, program Sekolah Bersinar diharapkan mampu menjadi budaya kolektif dalam menjaga integritas, kesehatan, dan masa depan generasi muda di Luwu Timur.
