MALILI — Keberadaan investasi di Kabupaten Luwu Timur dituntut untuk memberikan dampak positif dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat sekitar.
Hal inilah yang mendasari langkah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Luwu Timur turun tangan melakukan sidak dan pembinaan langsung ke lokasi operasional PT PUL di Desa Ussu, Kecamatan Malili.
Kepala Disnakertrans Luwu Timur, Joni Patabbi, mengungkapkan bahwa pengawasan berkala ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengawal hak-hak tenaga kerja lokal.
Menurutnya, perusahaan tidak boleh mengabaikan potensi SDM lokal yang ada di Luwu Timur.
”Kami menegaskan agar tenaga kerja lokal jangan dianaktirikan. Perusahaan wajib memberikan porsi prioritas bagi warga setempat,” ujar Joni.
Meski menekankan perlunya pemberdayaan warga lokal secara maksimal, Disnakertrans tetap bersikap objektif.
Perekrutan tenaga kerja luar daerah tetap diperbolehkan manakala posisi atau keterampilan teknis (skill) yang dicari belum dapat dipenuhi oleh tenaga kerja lokal.
Melalui sidak perdana ini, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi yang baik antara pihak industri dan masyarakat lokal.
Disnakertrans juga mengingatkan seluruh badan usaha di Luwu Timur agar senantiasa tertib administrasi, khususnya dalam hal pelaporan data ketenagakerjaan secara berkala demi terciptanya iklim ketenagakerjaan yang transparan dan berkeadilan.
