SOROWAKO – Pemerintah Daerah (Pemda) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan ekonomi kerakyatan melalui sektor kreatif. Upaya ini mendapat dukungan dari PT Vale Indonesia dan Dekranasda Luwu Timur.
Pelatihan Vokasional Kerajinan Anyaman Serat Alam Teduhu Berbasis Media Campuran yang digelar di Matano Flayer desa Sorowako, kecamatan Nuha, Minggu 10 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan perwujudan sinergi antara visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan program tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pemberdayaan.
Dukungan Strategis untuk Kemandirian Warga
Dukungan PT Vale terhadap inisiatif Pemda ini mencakup penyediaan fasilitas pelatihan. Fokus utama pelatihan adalah mengolah serat alam “Teduhu”—kekayaan alam lokal—menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi dengan sentuhan inovasi media campuran.
Kepala Bidang Perindustrian, Nirmala Sari mengatakan, kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan program vokasional tepat sasaran. “Kami mengapresiasi dukungan PT Vale yang sejalan dengan program pemerintah untuk melahirkan wirausaha baru. Dengan sinergi ini, kita tidak hanya memberikan keterampilan, tapi juga membuka jalan bagi warga untuk berdikari secara ekonomi,” katanya.
Inovasi Anyaman Modern
Dalam pantauan di lokasi, puluhan peserta yang terdiri dari warga lokal tampak antusias mengikuti instruksi. Mereka diajarkan teknik menganyam yang menggabungkan serat alami dengan material modern (media campuran).
Inovasi ini bertujuan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang lebih luas.
Meja display di sudut ruangan sudah mulai dipenuhi dengan contoh produk seperti tas etnik, wadah dekoratif, dan aksesoris lainnya yang merupakan hasil kreativitas peserta selama pelatihan. (*)
