SOROWAKO – Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi dan melestarikan potensi alam lokal, sebuah kegiatan Pelatihan Vokasional Kerajinan Anyaman Serat Alam Teduhu Berbasis Media Campuran resmi digelar.
Kegiatan yang berlangsung di gedung Matano Player, desa Soroako, kecamatan Nuha diikuti oleh puluhan warga yang antusias mempelajari teknik menganyam modern.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) dengan dukungan dari sektor swasta yakni PT Vale Indonesia.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah mengolah serat alam “Teduhu” menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi dengan menyisipkan unsur media campuran untuk mempercantik tampilan produk.
Fokus pada Keterampilan Praktis
Dalam pantauan di lokasi, para peserta yang didominasi oleh kaum ibu dan pemudi tampak serius duduk melingkar di atas matras.
Mereka dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman yakni Bustam Efendi alias Vinto untuk mengolah serat-serat alami menjadi berbagai bentuk, seperti tas, wadah, hingga dekorasi rumah.

“Pelatihan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, tapi bertujuan agar warga memiliki skill yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Dengan bahan dasar yang ada di sekitar kita, jika dikelola dengan kreativitas, nilainya akan luar biasa,” ujar Kabid Perindustrian, Nirmala Sari.
Inovasi Media Campuran
Yang membedakan pelatihan kali ini adalah penggunaan Media Campuran. Peserta diajarkan untuk tidak hanya terpaku pada serat alam murni, tetapi juga mengombinasikannya dengan bahan lain untuk meningkatkan ketahanan dan estetika produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional.
Di salah satu sudut ruangan, meja pameran telah menampilkan beberapa contoh hasil kerajinan yang sudah jadi, menunjukkan potensi besar dari anyaman serat Teduhu ini.
Harapan Kedepan
Melalui program vokasional ini, diharapkan akan lahir kelompok-kelompok UMKM baru di Sorowako dan sekitarnya. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan korporasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan dan kearifan lokal.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung intensif selama beberapa hari, mencakup teori pemilihan bahan, teknik anyaman, hingga strategi pemasaran produk secara digital. (*)
