LUWU TIMUR – Tren positif pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu Timur bukan sekadar angka di atas kertas. Kesejahteraan masyarakat yang kian membaik kini terbukti nyata lewat lonjakan drastis jumlah hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026 ini.
Kemampuan masyarakat untuk berkurban yang meningkat signifikan menjadi indikator kuat bahwa daya beli dan kondisi finansial warga Bumi Batara Guru sedang dalam performa terbaiknya.
Lompatan Angka Kurban: Bukti Nyata Kesejahteraan
Berdasarkan data terbaru, jumlah hewan kurban di Luwu Timur pada tahun 2026 ini mencapai angka yang sangat fantastis, yaitu 2.019 ekor sapi dan 187 ekor kambing.
Angka ini memperlihatkan lonjakan yang sangat tajam jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun 2025 lalu. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya masyarakat menyembelih 1.506 ekor sapi dan 176 ekor kambing.
Sinyal Positif Perekonomian Daerah
Melonjaknya jumlah kurban hingga bertambah ratusan ekor sapi ini menjadi sebuah pertanda bahwa roda perekonomian di Luwu Timur berputar dengan sangat sehat.
Sektor-sektor pendapatan masyarakat dinilai stabil dan tumbuh positif, sehingga kesadaran serta kemampuan untuk berbagi sesama melalui ibadah kurban ikut terkerek naik.
“Ini adalah indikator berbasis masyarakat yang paling riil. Ketika jumlah hewan kurban naik tajam, artinya ada peningkatan pendapatan di dompet masyarakat. Ekonomi dan kesejahteraan Luwu Timur saat ini sedang sangat baik,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Luwu Timur, Amran Akmal.
Dengan jumlah hewan kurban yang melimpah ini, dipastikan distribusi daging kurban bagi masyarakat yang membutuhkan akan semakin merata. Idul Adha 2026 tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga menjadi perayaan atas keberhasilan peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Luwu Timur. (*)
