MALILI – Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Luwu Timur yang digelar Senin (06/07/2026), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan catatan kritis terkait kemandirian fiskal daerah.
Juru bicara Fraksi PAN, Nurchalis Azis, menyoroti masih tingginya ketergantungan APBD Luwu Timur terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menyatakan bahwa Pemerintah Daerah sangat menyadari tantangan tersebut dan sepakat bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci utama penguatan kapasitas fiskal.
Wabup Puspawati menegaskan bahwa ke depan, Pemkab Lutim akan melakukan langkah strategis berupa intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan.
Hal ini akan ditempuh melalui optimalisasi penarikan pajak daerah dan retribusi, pengelolaan aset daerah yang lebih produktif, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal secara maksimal.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan daerah terhadap dana pusat secara bertahap dan berkelanjutan. (*)
