Malili, bacaanonline.com – Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini mulai menimbulkan dampak serius bagi petani di Desa Kertoraharjo, Kabupaten Luwu Timur. Sedikitnya 94 hektare lahan persawahan milik beberapa kelompok tani terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Menyikapi kondisi ini, Anggota DPRD Luwu Timur, Dwi Heryanto, turun langsung ke lapangan pada Kamis (5/6/2025) untuk mendengarkan keluhan warga dan mencarikan solusi bersama. Kunjungan ini dilakukan atas undangan Plt. Kepala Desa Kertoraharjo, Febri Ramadany, yang turut mendampingi para kelompok tani dalam pertemuan tersebut.
“Ini adalah persoalan serius karena menyangkut ketahanan pangan dan penghidupan warga. Kami ingin mendengar langsung dari para petani agar solusi yang diambil bisa tepat sasaran,” ujar Dwi Heryanto.
Dalam dialog bersama petani, terungkap bahwa banjir kerap terjadi akibat luapan air dari beberapa titik sungai yang mengalami penyempitan dan sedimentasi. Kondisi inilah yang memicu genangan di lahan pertanian saat hujan deras turun.
Menanggapi hal tersebut, Dwi Heryanto menyatakan akan mendorong percepatan normalisasi sungai sebagai salah satu langkah penanganan jangka pendek.
“Segera kami koordinasikan dengan pihak terkait agar dilakukan normalisasi dan pengerukan di beberapa titik aliran sungai yang kritis,” katanya.
Ia juga meminta agar Pemdes dan kelompok tani terus bersinergi dalam merumuskan usulan program melalui musrenbang desa agar kebutuhan penanganan banjir bisa dimasukkan dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kita harus bergerak cepat, karena jika tidak ditangani segera, dampaknya bisa semakin luas,” tegas legislator dari Dapil IV tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di lokasi pertanian ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara petani dan wakil rakyat dalam menyusun langkah-langkah pemulihan pertanian yang terdampak banjir.
.
