MALILI, BACAANONLINE.COM – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, Sukman Sadike, memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya narasi di media sosial yang mencatut namanya.
Sukman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dikonfirmasi maupun dihubungi oleh jurnalis bernama Abdul Rahim alias Son terkait pernyataan yang beredar tersebut.
Sukman menyayangkan adanya pencatutan nama secara sepihak yang dijadikan bahan narasi di media sosial tanpa melalui proses jurnalistik yang benar.
“Saya tegaskan bahwa informasi atau narasi yang beredar itu tidak benar. Saudara Abdul Rahim alias Son tidak pernah menghubungi saya untuk meminta keterangan, apalagi wawancara terkait hal tersebut. Nama saya dicaplok secara sepihak,” ujar Sukman Sadike, Kamis (02/04/2026).
Menurut Sukman, tindakan mencatut nama pejabat publik untuk membangun narasi liar di media sosial tanpa adanya komunikasi langsung merupakan bentuk penyebaran informasi yang menyesatkan.
Ia meminta agar oknum yang bersangkutan tidak menyalahgunakan profesi jurnalis untuk kepentingan opini pribadi yang tidak berdasar fakta.
Sukman Sadike menyatakan secara tegas bahwa tidak ada catatan panggilan, pesan, maupun pertemuan dengan Abdul Rahim (Son) terkait narasi yang diunggah.
Penggunaan nama Ketua Komisi I DPRD dalam narasi tersebut dilakukan tanpa izin dan di luar sepengetahuan yang bersangkutan.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada unggahan di media sosial yang mengatasnamakan pejabat publik tanpa adanya bukti wawancara atau rilis resmi dari media yang kredibel.
Sukman juga menambahkan bahwa sebagai Ketua Komisi I, dirinya selalu terbuka terhadap rekan-rekan media selama dilakukan dengan kode etik jurnalistik yang berlaku, termasuk melakukan cross-check atau keberimbangan informasi.
“Ke depan, saya berharap tidak ada lagi oknum yang membangun narasi dengan cara mencatut nama orang lain demi memancing reaksi publik di media sosial,” tutupnya. (*)
