Komitmen PT Vale Indonesia Tbk dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kembali ditunjukkan melalui pengembangan Taman Kehati Sawerigading Wallacea, sebuah kawasan konservasi yang menjadi simbol harmonisasi antara aktivitas industri dan pelestarian alam di Sulawesi.
Di tengah geliat industri pertambangan, kawasan ini hadir sebagai oase kehidupan. Berawal dari fasilitas pembibitan (nursery), area seluas 72 hektare ini kini bertransformasi menjadi benteng pertahanan ekosistem yang menjaga keanekaragaman hayati di Luwu Timur.
Fasilitas pembibitan modern di kawasan ini memiliki kapasitas hingga 700.000 bibit per tahun. Pengelolaannya didukung teknologi canggih seperti sistem smart growing untuk memastikan media tanam optimal, pengaturan intensitas cahaya melalui shade area, serta monitoring digital berbasis sistem NISVI yang mampu memantau pertumbuhan tanaman secara real-time.
Tak hanya itu, efisiensi dan keberlanjutan juga diperkuat melalui berbagai inovasi ramah lingkungan. Di antaranya penggunaan misting system untuk menjaga kelembapan tanaman secara otomatis, pemanfaatan coco grow dari serbuk sabut kelapa untuk mempercepat pertumbuhan akar, serta pupuk organik berbahan hydrilla yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Upaya pemulihan lingkungan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penanaman 18 jenis tanaman pionir untuk memperbaiki struktur tanah kritis. Selanjutnya, fokus diarahkan pada pelestarian pohon eboni, tanaman khas Sulawesi yang kini semakin langka. Sejak tahun 2006, lebih dari 80.000 bibit eboni telah ditanam dan tumbuh di area reklamasi.
Keberhasilan konservasi ini juga terlihat dari berkembangnya habitat satwa. Kawanan rusa timor kini telah mencapai generasi kelima hasil pengembangbiakan alami. Selain itu, keberadaan burung liar, lebah, hingga kupu-kupu bidadari menjadi indikator penting bahwa kualitas udara dan air di kawasan tersebut tetap terjaga.
Melalui Taman Kehati Sawerigading Wallacea, PT Vale menegaskan bahwa kegiatan industri tidak harus bertentangan dengan kelestarian lingkungan. Sebaliknya, dengan inovasi dan komitmen berkelanjutan, keduanya dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
