KENDARI, 25 April 2026 – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, kembali memperkuat perannya dalam mendorong hilirisasi industri nikel berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tenggara yang digelar di kawasan MTQ Kendari pada 24–27 April 2026.
Dalam pameran publik tersebut, PT Vale menghadirkan pendekatan edukatif dan interaktif kepada masyarakat, mulai dari pengenalan proyek pengembangan Pomalaa hingga praktik pertambangan bertanggung jawab yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing global berbasis keberlanjutan.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara resmi membuka rangkaian acara dengan prosesi pemukulan beduk bersama jajaran OPD. Sebanyak 24 agenda kegiatan yang melibatkan sekitar 100 UMKM turut meramaikan perayaan, mencerminkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Manager External Relation PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Hasmir, menyampaikan bahwa konsistensi penerapan prinsip ramah lingkungan menjadi fokus utama dalam partisipasi perusahaan. Menurutnya, hilirisasi nikel di blok Pomalaa dijalankan dengan standar operasional yang bertanggung jawab sejak fase konstruksi hingga operasional, guna memastikan keseimbangan antara industri dan kelestarian alam.
Di sektor sosial, PT Vale menampilkan capaian Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah berjalan selama satu dekade. Salah satu program unggulan adalah penguatan kemandirian pertanian melalui Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK) yang kini menaungi 58 petani. Program ini mendukung petani dalam mengelola, memproduksi, hingga mendistribusikan beras organik berkualitas.
Selain produk beras organik, stan PT Vale juga menampilkan beragam produk UMKM binaan seperti keripik ubi kayu, dodol, abon, hingga minuman herbal. Inisiatif ini menjadi bukti nyata upaya perusahaan dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat di luar sektor pertambangan.
Daya tarik lain hadir melalui maskot “Kadoee”, ikon anoa yang merepresentasikan identitas Sulawesi Tenggara sekaligus pesan pentingnya menjaga ekosistem hutan. Pengunjung juga mendapatkan edukasi langsung mengenai bahan galian nikel untuk memahami proses hilirisasi secara lebih dekat.
Partisipasi ini menjadi kali pertama PT Vale dalam perayaan tingkat provinsi, sekaligus momentum strategis untuk mempererat hubungan dengan masyarakat luas di Sulawesi Tenggara. Perusahaan berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat memahami arah pembangunan jangka panjang industri nikel berkelanjutan di Kecamatan Pomalaa.
Antusiasme pengunjung pun terasa, salah satunya Ridwan, mahasiswa yang pernah menjalani praktik kerja lapangan di site Pomalaa. Ia mengapresiasi kualitas stan serta budaya keselamatan kerja yang diterapkan PT Vale. Pengalaman tersebut, menurutnya, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap prinsip “safety first” dan pembinaan generasi muda.
Melalui keikutsertaan di HUT Sultra ke-62, PT Vale menegaskan perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Meski proyek Pomalaa masih dalam tahap konstruksi, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi ekonomi dan memperluas manfaat pemberdayaan masyarakat demi kesejahteraan Sulawesi Tenggara di masa depan.
