MALILI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat realisasi anggaran belanja daerah tahun ini agar benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di sektor perikanan dan peternakan.
Langkah ini diambil guna memastikan program pemulihan ekonomi berjalan optimal di tingkat akar rumput.
Anggota DPRD Luwu Timur, Aripin, menyatakan bahwa postur anggaran belanja daerah harus dialokasikan secara proporsional. Sektor pangan seperti perikanan dan peternakan harus mendapatkan porsi yang memadai mengingat mayoritas mata pencaharian warga Luwu Timur berada di sektor agraris dan maritim.
”Kami memastikan fungsi pengawasan DPRD berjalan maksimal. Setiap rupiah yang dianggarkan untuk bantuan kelompok tani ternak, pengadaan bibit, maupun alat tangkap nelayan harus tepat sasaran. Tidak boleh ada bantuan yang mandek atau salah target,” tutur Aripin.
Wayan Suparta menambahkan, sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam merumuskan program kerja sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih program. Ia juga meminta transparansi dalam penyaluran bantuan kepada kelompok nelayan dan peternak.
”Masyarakat harus dilibatkan sejak perencanaan lewat Musrenbang. Kami di DPRD menerima banyak aspirasi saat reses, mulai dari permintaan bantuan perahu penangkap ikan, mesin katinting, hingga bibit ternak sapi.”
Tugas kami adalah mengonversi aspirasi tersebut ke dalam kebijakan anggaran bersama pemerintah daerah agar kesejahteraan masyarakat pesisir dan pedalaman merata,” pungkas Wayan Suparta. (*)
