MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) terus menorehkan prestasi impresif dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Berdasarkan data evaluasi tahun 2026, Luwu Timur berhasil menempati posisi puncak (Peringkat 1) dalam Indeks Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk seluruh bidang di Sulawesi Selatan. Tak hanya itu, kinerja penanganan stunting di daerah ini juga mencatatkan hasil yang sangat memuaskan.
Memimpin Capaian SPM Seluruh Bidang di Sulsel
Berdasarkan data Peringkat Indeks Pencapaian SPM Seluruh Bidang Tahun 2026 hingga Triwulan III, Kabupaten Luwu Timur menduduki peringkat pertama di antara seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dengan capaian tertinggi sebesar 71,76%. Capaian ini melampaui daerah-daerah lain seperti Kabupaten Pinrang (68,91%) dan Kabupaten Sinjai (67,96%).
Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memastikan pelayanan dasar—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur—terlayani dengan optimal kepada masyarakat.
Penanganan Stunting Berkinerja “BAIK” dan Progres Konvergensi Maksimal
Di sektor kesehatan dan penanggulangan stunting, Kabupaten Luwu Timur juga menorehkan catatan positif:
Penilaian Kinerja 2025: Luwu Timur berhasil meraih predikat “BAIK” dengan Nilai Akhir 80,7. Rincian indikator penilaian menunjukkan capaian konvergensi (K1) sebesar 84,7 dan capaian layanan gizi (K2) yang sangat menonjol hingga mencapai 96,1.
Progres Webmon Stunting Semester I 2026: Pemkab Luwu Timur mencatatkan progres aksi konvergensi yang sangat optimal dengan nilai inputan sebesar 75%, yang merupakan capaian tertinggi sejajar dengan beberapa kabupaten/kota terbaik lainnya di Sulawesi Selatan.
Komitmen Berkelanjutan
Capaian positif ini mempertegas keseriusan Pemkab Luwu Timur dibawah kepemimpinan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dalam menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas nasional, khususnya dalam peningkatan mutu pelayanan publik serta percepatan penurunan angka stunting.
Integrasi antara perencanaan yang matang dan eksekusi program di lapangan menjadi kunci utama di balik torehan prestasi ini. (*)
