LUWU TIMUR, BACAANONLINE – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam memiliki konsep baru untuk proyek pembangunan Islamic Center yang ada di ibu kota Malili, kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, pembangunan Islamic Center di Malili kini siap kembali dilanjutkan. Meski sebelumnya sempat terhenti karena berbagai kendala teknis dikegiatan tersebut. Ia mengusung desain terbaru yang lebih megah, modern.
Selain megah dan modern, kata Irwan, bangunan ini juga memiliki konsep nilai spiritual serta kearifan lokal. “Islamic Center ini menjadi harapan masyarakat dan juga harapan saya sewaktu mendampingi alm. Thorig Husler sebagai Wakil Bupati,” kata Irwan.
Irwan menambahkan, Islamic Center ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas umat yang lebih luas. Nantinya, kompleks bangunan akan dilengkapi dengan ruang pembelajaran.
“Ada juga area pertunjukan musik Islami, serta zona khusus bagi pelaku UMKM guna mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kita ingin tempat ini menjadi rumah besar bagi umat Islam di Luwu Timur,” katanya.
“Konsep akan diperkuat dengan ornamen filosofis dan kultural, sehingga selain indah dan nyaman, bangunan ini juga bisa menjadi sumber semangat keberagamaan dan kebersamaan,” tambah Ibas, sapaan akrab Bupati, Irwan Bachri Syam.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Luwu Timur, Ramadan Pirage mengatakan, proyek pembangunan Islamic Center untuk tahun 2025 dianggarkan untuk kegiatan desain baru dari hasil evaluasi bangunan.
Sedangkan tahun 2026 mendatang, kata Ramadan, pembangunan Islamic Center juga dianggarkan untuk kegiatan fisik. “Tahun ini anggaran desainnya, tahun depan 2026 pembangunannya,” kata Ramadan yang juga ketua KAHMI Luwu Timur ini.
Sebelumnya, Tim konsultan telah mempersentasikan konsep dan desain baru proyek pembangunan Islamic Center dihadapan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam diruang rapat kerja kantor Bupati, Jumat 4 Juli 2025 lalu.
Desain baru ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan sebelumnya yang sempat dihentikan karena adanya kendala teknis. Pembangunan kali ini harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. (*)
