Malili, BacaanOnline.com — Kawasan Industri Malili mulai menjadi sorotan publik seiring rencana pembangunan smelter yang diprediksi membuka puluhan ribu lapangan kerja. Besarnya peluang tersebut turut mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Luwu Timur, terutama terkait kesiapan tenaga kerja lokal dalam menghadapi persaingan industri.
Anggota DPRD Luwu Timur, Muhammad Nur atau yang akrab disapa Kak Cici, menyebut bahwa kehadiran Kawasan Industri Malili adalah bentuk hilirisasi industri yang akan mengolah bahan mentah hingga menjadi produk bernilai tambah. Dengan kebutuhan lahan mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare, ia menilai jumlah tenaga kerja yang akan terserap juga akan sangat besar.
Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi peluang besar bagi masyarakat lokal. Namun ia mengingatkan bahwa tanpa kesiapan keterampilan, justru masyarakat Luwu Timur berpotensi tersingkir dari persaingan.
“Yang dikhawatirkan, kalau putra-putri Luwu Timur tidak siap, dampaknya mereka hanya jadi helper. Bisa-bisa cuma jadi bemper,” tegasnya.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah Dinas Tenaga Kerja Luwu Timur yang meresmikan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) PT Luwu Timur Skill Center pada Rabu (5/11/2025). Menurutnya, hadirnya lembaga pelatihan ini merupakan langkah tepat untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki skill, kompetensi, dan profesionalisme yang sesuai kebutuhan industri.
LPKS tersebut saat ini telah menampung 27 peserta pelatihan, terdiri dari 13 peserta operator dump truck dan 14 operator excavator. Direktur PT Luwu Timur Skill Center, Widia Munasari, menyatakan lembaga ini hadir untuk memastikan masyarakat Luwu Timur, khususnya di Malili, tidak hanya menjadi penonton ketika kawasan industri beroperasi.
Kak Cici juga mengungkapkan bahwa manajemen PT IHIP pernah memaparkan rencana tahapan perizinan kawasan industri di DPRD, yang ditargetkan berlangsung dari 2025 hingga 2027. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada tersedianya lahan yang luas serta minimnya konflik agraria dan sosial.
