LUWU TIMUR – Menanggapi sorotan publik terkait kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino 2026, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, dr. April, memberikan penjelasan resmi terkait langkah-langkah strategis yang tengah dilakukan pemerintah daerah.
Dr. April menegaskan bahwa tuduhan mengenai sikap “bungkam” atau pengabaian terhadap peringatan BMKG sama sekali tidak benar. Menurutnya, BPBD justru tengah bekerja intensif di lapangan untuk melakukan pemetaan dan koordinasi lintas sektor.”Kami tidak diam.
Saat ini tim teknis kami sedang mematangkan rencana kontinjensi di lapangan agar langkah yang diambil nantinya bukan sekadar seremonial, melainkan solusi konkret bagi masyarakat Luwu Timur,” ujar dr. April.
Langkah Konkret Mitigasi BPBD Luwu TimurUntuk menjawab kekhawatiran masyarakat, dr. April memaparkan tiga pilar utama yang sedang dijalankan:
1. Pemetaan Wilayah Rawan (Mapping): BPBD telah mengidentifikasi kecamatan-kecamatan yang memiliki histori kekeringan dan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Data ini digunakan untuk menempatkan personel secara presisi.
2. Kesiapan Logistik Air Bersih: Berkoordinasi dengan PDAM dan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan mobil tangki air guna menyuplai wilayah yang diprediksi mengalami krisis air bersih.
3. Aktivasi Posko Komando: Dalam waktu dekat, BPBD akan membentuk Posko Siaga El Nino yang terintegrasi dengan TNI, Polri, dan relawan untuk mempercepat respon jika terjadi kebakaran lahan.
Pentingnya Akurasi Informasi
Terkait komunikasi publik, dr. April menjelaskan bahwa pihaknya sangat berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Peringatan Dini: BPBD secara rutin meneruskan pembaruan data dari BMKG melalui kanal resmi dan perangkat desa/kecamatan.
Himbauan Pertanian: Bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk mengedukasi petani mengenai pola tanam yang sesuai dengan kondisi kemarau panjang.
“Kami memohon maaf jika ada kesan komunikasi yang terhambat. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh instrumen kebencanaan siap beroperasi penuh saat puncak kemarau melanda pada Agustus mendatang. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tegasnya.
Pesan untuk Masyarakat
Dr. April mengimbau masyarakat Luwu Timur untuk tetap tenang namun waspada. Ia menyarankan warga untuk mulai menghemat penggunaan air dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Mari kita hadapi tantangan iklim ini dengan gotong royong. BPBD Luwu Timur siap berdiri di depan untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya. (*)
