Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Tim Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) terus mematangkan persiapan menghadapi Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 dengan melakukan penginputan Evaluasi Mandiri (EM) melalui aplikasi KLA berbasis web. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bapperida Luwu Timur, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial P3A Luwu Timur, Ramlah Muhammad Djono Sanusi, dan dihadiri oleh para operator KLA dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bertugas mengisi capaian indikator KLA.
Dalam arahannya, Ramlah Muhammad Djono Sanusi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas berbagai hal terkait penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak sekaligus memastikan proses penginputan evaluasi mandiri dapat berjalan dengan baik.
“Saya harap kerjasama kita semua agar proses penginputan KLA ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses sesuai dengan harapan bersama. Seluruh operator juga diharapkan aktif berkoordinasi apabila menemukan kendala dalam proses pengisian data,” ungkap Ramlah.
Ia juga berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memahami proses evaluasi KLA secara lebih optimal serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Luwu Timur sebagai daerah yang ramah, aman, dan layak bagi anak.
“Jika ada yang belum dipahami, silakan ditanyakan. Kami siap membantu dan melakukan koordinasi dengan pihak provinsi maupun pusat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para operator KLA melakukan pengecekan data dan dokumen pendukung secara bertahap mulai dari Klaster 1 hingga Klaster 5 indikator Kabupaten Layak Anak guna memastikan kelengkapan dan kesesuaian data yang akan diinput dalam sistem.
Sementara itu, Koordinator KLA Luwu Timur, Khamrul, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan lanjutan dari pembahasan KLA sebelumnya yang bertujuan memastikan kelengkapan serta kesesuaian data yang diinput oleh masing-masing perangkat daerah.
“Dari hasil evaluasi, apa yang kita anggap sudah cukup baik, namun penilaian dari provinsi dan pusat turun cukup drastis. Hal ini menjadi perhatian kita bersama agar ke depan bisa lebih optimal,” jelas Khamrul.
Ia juga mendorong seluruh operator untuk aktif berkolaborasi dengan anggota tim pada masing-masing klaster apabila terdapat hal-hal yang perlu didiskusikan guna mempercepat progres penginputan.
“Ketika ada pertanyaan atau hal yang belum jelas, silakan berkolaborasi dengan teman-teman di klusternya. Target kita masing-masing klaster memiliki progres,” tutup Khamrul.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses evaluasi KLA di Kabupaten Luwu Timur dapat berjalan lebih maksimal serta semakin memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
