LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memprioritaskan pembangunan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ketenagakerjaan. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang berdaya saing tinggi.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Luwu Timur, Kamal Rasyid, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah telah mengintegrasikan berbagai program lintas sektor untuk mendukung para pelaku usaha lokal.
“Pada tahun 2025, berbagai upaya nyata telah dilakukan melalui fasilitasi perizinan usaha, sertifikasi kompetensi tenaga kerja, pelatihan kewirausahaan, serta pengembangan kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Kamal Rasyid.
Ia juga menegaskan bahwa program-program tersebut akan terus diperkuat pada tahun 2026 demi mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.Capaian Positif Sepanjang Tahun 2025Salah satu tonggak keberhasilan yang disorot adalah program Fasilitasi Perizinan Usaha dan Sertifikasi Halal UMKM.
Melalui sistem pelayanan yang lebih mudah dan didekatkan ke masyarakat, Pemkab Luwu Timur sukses memberikan fasilitas perizinan usaha kepada 13 UMKM sepanjang tahun 2025.
Kamal menjelaskan bahwa pemenuhan legalitas ini sangat krusial agar UMKM memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang dan naik kelas. Manfaat konkret yang kini mulai dirasakan oleh para pelaku usaha di Luwu Timur meliputi :
* Meningkatnya legalitas dan kepastian hukum dalam menjalankan usaha.
* Kemudahan akses terhadap lembaga pembiayaan dan permodalitas.
* Meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
* Terbukanya peluang perluasan area pemasaran produk.
* Mendorong akselerasi UMKM lokal untuk naik kelas.
Target Agresif di Tahun 2026: Fokus Akses Pasar dan Daya Saing
Melanjutkan tren positif tersebut, Pemkab Luwu Timur telah menyusun target yang jauh lebih agresif untuk tahun anggaran 2026. Target tersebut dirancang untuk memberikan dampak langsung yang lebih luas kepada masyarakat.
Pada tahun 2026 ini, Bappelitbangda menetapkan sasaran strategis, di antaranya,25 UMKM ditargetkan memperoleh fasilitas perizinan usaha secara formal dan 25 UMKM ditargetkan mendapatkan sertifikasi halal secara gratis.
Menurut Kamal, intervensi program di tahun 2026 ini sengaja diarahkan untuk memperkuat daya saing produk UMKM di pasar yang lebih luas. Jaminan legalitas serta sertifikasi halal gratis ini diharapkan menjadi kunci pembuka akses pasar yang lebih masif, khususnya bagi para pelaku industri makanan dan minuman lokal di Luwu Timur. (*)
