Luwu Timur, Bacaanonline.com – Meski beroperasi di Kabupaten Luwu Timur, kendaraan operasional PT Antareja Mahada Makmur (PT AMM) masih menggunakan plat nomor berkode B asal Jakarta. Kondisi ini menuai sorotan dari Anggota DPRD Luwu Timur.
Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Ahmad, mengungkapkan pihaknya akan kembali mengundang manajemen PT AMM untuk hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mempertanyakan komitmen perusahaan tersebut.
“Selama mereka tidak mengganti plat kendaraannya, Luwu Timur dirugikan. Pajak kendaraan itu masuknya ke Jakarta, bukan ke Luwu Timur. Padahal mereka beroperasi di sini. Kehadiran perusahaan seharusnya memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” tegas Andi Ahmad, Selasa (15/07/2025).
Menurutnya, DPRD Luwu Timur sebelumnya telah mengingatkan PT AMM agar seluruh kendaraan operasionalnya menggunakan nomor polisi yang berlaku di Luwu Timur, termasuk bus antar jemput karyawan maupun kendaraan operasional tambang. Namun, imbauan tersebut diabaikan.
“Harusnya pemasukan pajak kendaraan bisa menambah pendapatan daerah. Tapi kalau platnya masih B, pemasukan justru lari ke Jakarta. Ini tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, Andi Ahmad juga menemukan kendaraan operasional pertambangan PT AMM menggunakan kode daerah lain, bukan kode kendaraan Luwu Timur.
Sebagai informasi, PT AMM merupakan salah satu perusahaan nasional yang menjadi mitra PT Vale Indonesia. Perusahaan ini bertugas mengangkut ore nikel dari Bahodopi, Sulawesi Tengah, untuk diproses di smelter PT Vale yang berlokasi di Sorowako, Luwu Timur.
