Burau, BacaanOnline.com — Pabrik Es Balok yang berada di kawasan Pantai Burau, Kabupaten Luwu Timur, menjadi fokus kunjungan kerja Anggota DPRD Luwu Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Burau–Wotu pada Sabtu (1/11/2025). Kunjungan ini dilakukan usai kegiatan rutin “Sabtu Sehat” bersama masyarakat yang diawali dengan jalan santai dan pemeriksaan kesehatan.
Usai kegiatan tersebut, para legislator melanjutkan agenda dengan meninjau langsung pabrik es yang selama ini menjadi penunjang utama aktivitas nelayan dan pelaku usaha ikan di pesisir Burau. Dalam peninjauan tersebut, DPRD bersama Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Modal Daerah memastikan bahwa Pabrik Es Balok Burau masih beroperasi dengan baik serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, menegaskan pentingnya pabrik es tersebut bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir. Pasokan es dari pabrik ini menjadi kebutuhan vital untuk penyimpanan hasil tangkapan nelayan.
“Pabrik ini sangat penting bagi nelayan dan pelaku usaha lokal. Karena itu, pengelolaannya ke depan harus lebih profesional agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Rencananya, pengelolaan Pabrik Es Balok Burau akan diserahkan kepada Perseroda Luwu Timur Gemilang dengan sistem kerja sama business to business (B2B). Model pengelolaan ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, serta pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Sarkawi optimistis, pola pengelolaan baru tersebut tidak hanya menjaga keberlanjutan operasional pabrik, tetapi juga meningkatkan kontribusinya sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami ingin pabrik ini tidak hanya sekadar beroperasi, tetapi benar-benar memberi dampak ekonomi yang nyata. Dengan pengelolaan oleh Perseroda, kami yakin manfaatnya dapat semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Selain meninjau pabrik es, rombongan DPRD Dapil 3 juga menggelar rapat bersama manajemen PTPN IV Region II Burau. Pertemuan tersebut membahas solusi penanganan banjir dan limbah sawit yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat di wilayah barat Burau.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan hari ini membawa manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Luwu Timur, baik dalam sektor lingkungan maupun ekonomi,” tutup Sarkawi.
